Hari Jumat kemarin, tepat tanggal 1 Januari 2010, ada berita dari surat kabar bahwa tersebar sms tentang hri wafatnya Gus Dur, mungkin juga itu adalah sebuah pernghormatan yang diberikannya untuk almarhum Gus Dur. Begini nih isi smsnya:

Asmaul Husna ada 99. 9 adalah angka yang sangat luar biasa rahasianya. Penuh makna, Masya Allah... Gus Dur wafat jam 18.45 tanggal 30 bulan 12 tahun 09.

Kalau semua diamati, semua angka tersebut jika dikalikan dengan angka itu sendiri, jumlah adalah 9.

18 x 18= 324 = 3 + 2 + 4 = 9

45 x 45= 2025 = 2 + 0 + 2 + 5 = 9

30 x 30= 900 = 9 + 0 + 0 = 9

12 x 12= 144 = 1 + 4 + 4 = 9

18 x 45 x 30 x 12 x 09 = 2624400 = 2 + 6 + 2 + 4 + 4 + 0 + 0 = 18 = 1 + 8 = 9

Ada apa dengan jam 18.45?

Lihat Qs. Al-Kahfi (18):45, ibaratkan air hujan yang turun dari langit dan memberi kesejukan atau perdamaian di bumi. Lalu kembali ke sisi Allah dengan kuasa-Nya.

dari berbagai sumber


MikroTik RouterOS™, merupakan system operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai
network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa
dilakukan melalui Windows application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada
Standard computer PC. PC yang akan dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource
yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk
keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk
mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.

Fasilitas pada mikrotik antara lain sebagai berikut :
-
Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.
-
Statefull firewall
-
HotSpot for Plug-and-Play access
-
remote winbox GUI admin

Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap
segala fasiltas yang disediakan. Free trial hanya untuk 24 jam saja. Kita bisa membeli software
mikrotik dalam bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita
membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan DOM pada slot IDE PC kita.
Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan
sederhana sebagai gateway server.

  1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.
  2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :

MikroTik v2.9.7
Login: admin
Password:
Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin
dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.
3. Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]] >
4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “Waton”
[admin@Mikrotik] > system identity set name=Waton
[admin@Waton] >
5. Melihat interface pada Mikrotik Router
[admin@Mikrotik] > interface print
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@Mikrotik] >
6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk
koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local
kita dengan IP 172.16.0.1
[admin@Waton]
>ip address add
address=192.168.0.1netmask=255.255.255.0 interface=ether1
[admin@Waton]
>ip address add
address=172.16.0.1
netmask=255.255.255.0 interface=ether2
7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@Waton] >ip address print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1
1 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2
[admin@Waton] >
8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah
192.168.0.254
[admin@Waton] > /ip route add gateway=192.168.0.254
9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@Waton] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1 ether2
1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254 ether1
[admin@Waton] >
10. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
[admin@Waton] > ping 192.168.0.254

192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 br="" ms="">192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 br="" ms="">2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
<1 br="" ms="">
round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
<1 br="" ms="">
[admin@Waton] >
11. Setup DNS pada Mikrotik Routers
[admin@Waton] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10 allow-remote-
requests=no
[admin@Waton] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11 allow-remote-
requests=no
12. Melihat konfigurasi DNS
[admin@Waton] > ip dns print 
primary-dns: 192.168.0.10
secondary-dns: 192.168.0.11
________________________________________
Page 3
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB
[admin@Waton] >
13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
[admin@Waton] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@Waton] >
Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.
14. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar
client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.
[admin@Waton]
>
Ip firewall nat add action=masquerade out-interface=ether1 chain: srcnat 
[admin@Waton] >
15. Melihat konfigurasi Masquerading
[admin@Waton] ip firewall nat print 
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic 
0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade 
[admin@Waton] >
Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika
berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway
server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox
yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita. Misal Ip address server
mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.
Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup
dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :
1.Buat IP address pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=172.16.0.10-172.16.0.20
2. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client
Pada contoh ini networknya adalah 172.16.0.0/24 dan gatewaynya 172.16.0.1
/ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24 gateway=172.16.0.1
3. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface ether2 )

/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
4.
Lihat status DHCP server
[admin@Waton] > ip dhcp-server print 
Flags: X - disabled, I - invalid 
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0 X dhcp1 ether2 
Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih
dahulu pada langkah 5.
5.
Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
/ip dhcp-server enable 0
kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti
sudah aktif.
6. Tes Dari client
iptables -
*filter

# Allows all loopback (lo0) traffic and drop all traffic to 127/8 that doesn't use lo0
-A INPUT -i lo -j ACCEPT
-A INPUT ! -i lo -d 127.0.0.0/8 -j REJECT

# Accepts all established inbound connections
-A INPUT -m state --state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT

# Allows all outbound traffic
# You could modify this to only allow certain traffic
-A OUTPUT -j ACCEPT

# Allows HTTP and HTTPS connections from anywhere (the normal ports for websites)
-A INPUT -p tcp --dport 80 -j ACCEPT
-A INPUT -p tcp --dport 443 -j ACCEPT

# Allows SSH connections 
# The --dport number is the same as in /etc/ssh/sshd_config
-A INPUT -p tcp -m state --state NEW --dport 22 -j ACCEPT

# Now you should read up on iptables rules and consider whether ssh access 
# for everyone is really desired. Most likely you will only allow access from certain IPs.

# Allow ping
#  note that blocking other types of icmp packets is considered a bad idea by some
#  remove -m icmp --icmp-type 8 from this line to allow all kinds of icmp:
#  https://security.stackexchange.com/questions/22711
-A INPUT -p icmp -m icmp --icmp-type 8 -j ACCEPT

# log iptables denied calls (access via 'dmesg' command)
-A INPUT -m limit --limit 5/min -j LOG --log-prefix "iptables denied: " --log-level 7

# Reject all other inbound - default deny unless explicitly allowed policy:
-A INPUT -j REJECT
-A FORWARD -j REJECT


Installing yaz for PHP on Debian


1. apt-get install yaz
2. pecl install yaz

if any error then 
3. apt-get install libyaz4-dev


1. nano /etc/rc.local
iptable -I INPUT -p tcp --dport 3306 -j ACCEPT
2. nano /etc/apache2/php5/php.ini
#bind-address 127.0.0.1
3. Input user in mysql
GRANT ALL ON *.* TO user@'%' IDENTIFIED BY 'password';

LAMP on Debian 8 (Jessie)



CHECK HOSTNAME

1. hostname
2. hostaname -f

UPDATE REPOSITORY

1. apt-get update
2. apt-get upgrade

Apache

Install and Configure Apache


1. apt-get install apache2
2. edit /etc/apache2/apache2.conf
  change : keepalive off
3. edit /etc/apache2/mods-available/mpm_prefork.conf
  change :
StartServers  4
MinSpareServers 20
MaxSpareServers 40
MaxRequestWorkers 200
MaxConnectionsPerChild 4500

4.  a2dismod mpm_event
5. a2enmod mpm_prefork
6. systemctl restart apache2

MySQL

MySQL is a relational database management system (RDBMS) and is a popular component of many applications.

Install MySQL


1. apt-get install mysql-server
2. mysql_secure_installation (optional)

Test MYSQL
1. mysql -u root -p
2. create database webdata;
3. grant all on webdata.* to 'username' identified by 'password';
4. quit;

PHP

PHP makes it possible to produce dynamic and interactive pages using your own scripts and popular web development frameworks.
1. apt-get install php5 php-pear
2. edit /et/php5/apache2/php.ini
error_log = /var/log/php/error.log
max_input_time = 30
3. mkdir /var/log/php
4. chown www-data /var/log/php
5. apt-get install php5-mysql
6. systemctl restart apache2
DONE




TEST EMBED VIDEO FROM YOUTUBE

Polisi Nge-Rap Lagu Tahu Bulat | WOW KEREN


TEST EMBED YOUTUBE

Uji RHAN-122 B Dengan Warhead Baru High Explosive











1. setelah mikrotik terinstall dengan baik dan benar jalankan mikrotik anda
2. masukkan username & password, dalam hal ini karena masih baru maka default usernam : admin pasword : blank
3. ganti nama ethernet anda jika anda mau, dalam hal ini anda dapat memberikan nama apa saja = [kucing@mikrotik] >interface
[kucing@mikrotik] interface >print (melihat dulu berapa banyak ethernet yg terpasang)
[kucing@mikrotik] interface >set 0 name=LAN
[kucing@mikrotik] interface >set 1 name=WAN
4. kemudian nambahkan ip addressnya
[kucing@mikrotik] >ip address
[kucing@mikrotik] ip address >add address=192.168.0.1/255.255.0.0 interface=LAN ----> ini untuk ip interface lokal
[kucing@mikrotik] ip address >add address=203.90.1.1/255.255.255.240 interface=WAN ---> ini untuk ip global yg di dapet dari ISP
5. kemudian masukin gatewaynya
[kucing@mikrotik] > ip route
[kucing@mikrotik] ip route >add gateway=xxx.xxx.xxx.xxx/xxx.xxx.xxx.xxx ----> ini merupakan gateway untuk keluar
6. kemudian setup webproxy
[kucing@mikrotik] >ip web-proxy
[kucing@mikrotik] ip web-proxy >set enable=yes
[kucing@mikrotik] ip web-proxy >set transparent-proxy=yes
[kucing@mikrotik] ip web-proxy >set max-object-size=1200KiB ---> ini supaya nge loadnya ngacir si web proxy
7. kemudian tambahkan rule supaya si client yg menggunakan port 80 akan di oper ke web-proxy
[kucing@mikrotik] >ip firewall nat
[kucing@mikrotik] ip firewall nat >add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=3128
8. kemudian masukan dns nya
[kucing@mikrotik] >ip dns
[kucing@mikrotik] ip dns >set primary-dns=xxx.xxx.xxx.xxx
[kucing@mikrotik] ip dns >set secondary-dns=xxx.xxx.xxx.xxx
9. Sekarang masqurade interface WANnya
[kucing@mikrotik]>ip firewall nat
[kucing@mikrotik] ip firewall nat>add chain=srcnat out-interface=WAN action=masquerade
10. sekarang coba ping ke gateway & dns dari mikrotik, kalo REPLY berarti dah konek
11. heuehuueeuhehehueuheuh selesai juga dah tutorial ke 2 gw



SEPERTINYA segala macam upaya untuk membunuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencapai rangkaian titik kulminasi selama beberapa hari menjelang dan hari-hari pertama Idul Fitri.

Secara faktual, rangkaian itu mulai dari penetapan Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto sebagai tersangka. Guna menindaklanjuti status itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) yang memungkinkan pengisian pimpinan KPK dengan menunjuk pelaksana tugas (plt).

Selain kedua peristiwa tersebut, langkah sistemik untuk melemahkan KPK dapat pula dilacak dari serangkaian penyeludupan pasal dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi (RUU Pengadilan Tipikor). Sebut saja misalnya, kuatnya keinginan sejumlah fraksi di DPR untuk menghilangkan kewenangan KPK dalam melakukan penuntutan alias KPK cukup menjadi penyidik dalam kasus korupsi.

Dengan logika seperti itu, sejumlah fraksi hendak mengembalikan penuntutan kepada kejaksaan. Padahal, merujuk argumentasi dasar revisi UU KPK, Mahkamah Konstitusi hanya memerintahkan membuat Undang-Undang Pengadilan Tipikor yang terpisah dari UU KPK. Dasar pijak MK, Pasal 25A ayat (5) UUD 1945 menghendaki pembentukan peradilan di bawah Mahkamah Agung dilakukan dengan undang-undang.

Dengan demikian, dalam bahasa sederhana, putusan MK sama sekali tidak bermaksud membunuh Pengadilan Tipikor (karena dapat melemahkan eksistensi KPK), tetapi hendak memperkuat landasan hukum (legal basic) Pengadilan Tipikor.

Pertanyaan elementer yang patut dikemukakan, adakah semua rangkaian peristiwa itu menjadi gambaran keberhasilan agenda serangan balik para koruptor (corruptor fights back)? Pertanyaan itu menjadi begitu relevan dikemukakan karena upaya serangan balik itu sudah mulai terasa seiring melajunya agenda pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK.

Berumur Pendek

Negeri ini terbilang mempunyai catatan buruk dalam agenda pemberantasan korupsi. Sejauh ini telah banyak dibentuk lembagalembaga khusus untuk memberantas korupsi. Misalnya pada 1970 pernah dibentuk Komisi Empat, tahun 1999 Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK), dan Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) bubar pada 2002.

Khusus untuk KPKPN,ditengarai lembaga ini dibubarkan karena mulai bergerak menelusuri ketidakwajaran kekayaan sejumlah tokoh penting yang berkuasa (termasuk anggota DPR) pada saat itu. Sederhananya, lembaga-lembaga khusus itu tidak ada yang berumur panjang. Melacak gejala yang ada, saat ini nasib yang menimpa sejumlah lembaga khusus itu sedang menghampiri KPK.

Dibandingkan dengan semua lembaga itu, resistensi atas KPK jauh lebih masif dan sistemik. Hasil penelusuran aktivis antikorupsi yang tergabung Aliansi Cinta Indonesia Cinta KPK (Cicak), setidaknya ada 11 upaya yang telah dan sedang dilakukan sebagai bentuk resistensi yang berpotensi membunuh KPK.

Di antara resistensi itu, hampir sepanjang periode pertama KPK, sejumlah pihak berupaya melumpuhkan lembaga extra-ordinary dalam memberantas korupsi ini dengan mengajukan judicial review atas sejumlah pasal dalam Undang-Undang KPK dan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Puncaknya, MK mengabulkan permohonan judicial review atas UU KPK dan menyatakan Pengadilan Tipikor yang dibentuk berdasarkan Pasal 53 UU KPK harus diatur dalam undang-undang tersendiri. Celakanya, batas 19 Desember 2009 yang diberikan MK sudah di depan mata, RUU Pengadilan Tipikor masih jauh dari selesai.

Tusukan langsung untuk membunuh KPK, setidaknya, dapat dilacak dari bangunan argumentasi yang mempersoalkan kewenangan penyadapan KPK. Gugatan atas kewenangan KPK dilakukan setelah MK menutup ruang untuk mempersoalkan keberadaan KPK melalui proses judicial review.

Dengan tertutupnya ruang ke MK, sejumlah kalangan mulai mencoba memakai instrumen negara yang lain untuk melumpuhkan KPK. Misalnya, anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat DPR, Ahmad Fauzi, mengeluarkan wacana pembubaran KPK. Wacana itu muncul berbarengan dengan penggeledahan KPK di Gedung DPR.

Setelah itu, berbarengan dengan skandal yang menimpa Ketua KPK Antasari Azhar, sejumlah kalangan di DPR mengemukakan bahwa prinsip pimpinan kolektif tidak terpenuhi lagi setelah penetapan status tersangka pada Antasari Azhar. Ketika itu sebagian anggota DPR meminta KPK menghentikan semua upaya penegakan hukum yang tengah dilakukan.

Secara sempit dasar argumentasi yang digunakan, sesuai dengan Pasal 21 UU KPK, pimpinan KPK tidak lagi memenuhi syarat kolektif untuk mengambil putusan. Seperti sebuah desain besar, belum usai isu kolektivitas pimpinan KPK, tiba-tiba BPKP bersikeras mengaudit KPK. Padahal, tanpa perlu mengerti secara dalam aturan hukum, semua orang tahu persis, BPKP sama sekali tidak berwenang mengaudit KPK.

Desain besar itu bergerak ke titik lain, tiba-tiba kepolisian membuat "kejutan" dengan memeriksa Chandra M Hamzah dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Anehnya, pemeriksaan itu lebih banyak pada penggunaan kewenangan penyadapan KPK. Tindakan yang dilakukan kepolisian benar-benar menimbulkan guncangan hebat di KPK.

Ibarat bola liar, pemeriksaan kepolisian bergerak ke segala arah setelah gagal mempersoalkan kewenangan penyadapan KPK. Sebagaimana diberitakan, dalam testimoni Antasari Azhar menuliskan sejumlah pimpinan KPK menerima uang dari PT Masaro Radiokom.

Karena sulit menggunakan testimoni itu, kepolisian bergerak ke arah indikasi penyalahgunaan kewenangan pencekalan terhadap Anggoro Widjojo dan Djoko Tjandra yang dilakukan oleh KPK. Hal yang bisa dibaca dari semua itu, sepertinya kepolisian sedang mencari-cari kesalahan pimpinan KPK agar bisa dijadikan tersangka sehingga punya dasar hukum menonaktifkan mereka.

Dalam konteks itu, banyak kalangan menduga sejumlah pihak sedang menggunakan institusi negara (baca: kepolisian) membunuh KPK. Dugaan itu amat mungkin mendekati benar karena dua orang pimpinan KPK (Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto) ditetapkan sebagai tersangka tanpa bukti-bukti cukup kuat. Ujung dari semua itu, mengakhiri masa bakti KPK, sehingga nasibnya sama dengan mendiang Komisi Empat, TGPTPK, dan KPKPN.

Hari Kemenangan

Posisi sakaratul maut yang tengah menimpa KPK benar-benar menjadi kabar baik bagi para koruptor dan sekaligus menjadi keberhasilan corruptor fights back. Celakanya, nasib tragis KPK terjadi begitu KPK memasuki wilayah-wilayah yang selama ini gagal disentuh penegak hukum konvensional.

Meminjam istilah Denny Indrayana (2008), di antara wilayah itu adalah Istana dan Pengusaha Naga. Denny Indrayana menjelaskan, Istana adalah ring satu kekuasaan masa kini dan Pengusaha Naga adalah korupsi oleh megapengusaha.

Tidak terbantahkan, selama ini, KPK cukup berhasil menjamah Istana dan Pengusaha Naga sebagaimana dimaknai Denny Indrayana tersebut. Bisa jadi, nasib yang menimpa KPK saat ini merupakan konsekuensi dari keberhasilan memasuki wilayah-wilayah yang selama ini untouchable.

Karenanya, banyak pihak berkepentingan untuk menghentikan laju langkah KPK. Saat ini, upaya membunuh KPK hampir mencapai titik kulminasi. Meski belum sampai di titik kulminasi, para koruptor telah mulai merayakan kemenangan.

Hal yang membuat kita (terutama yang concern dengan agenda pemberantasan korupsi) trenyuh, mereka memulai perayaan kemenangan hampir berbarengan dengan umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri. Bahkan, hampir dapat dipastikan, puncak kemenangan para koruptor akan segera datang.

Hari-hari ke depan akan menjadi hari bersulang para koruptor. Percayalah, perayaan mereka pasti jauh lebih lama dan lebih meriah dibandingkan dengan perayaan Idul Fitri. Tragis! (*)

Saldi Isra
Dosen Hukum Tata Negara
Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang

dikutip dari Okezone.com



/ip firewall filter add chain=forward dst-address=66.77.107.71 action=drop disable=no
/ip firewall filter add chain=forward dst-address=63.236.61.148 action=drop disable=no
/ip firewall filter add chain=forward dst-address=74.55.217.80 action=drop disable=n

portnya

2778, 6005 dan 2112



Mencermati kasus peredaran film porno amatir yang dibuat dengan berbagai peralatan kamera dan ponsel setahun belakangan ini, kami dari Tim Kerja Gerakan 'Jangan Bugil Depan Kamera' menggelar kampanye via internet berjudul:
"ANAK MUDA INDONESIA: JANGAN BUGIL DI DEPAN KAMERA!"
Disinyalir terdapat 500 lebih cuplikan film porno yang menggambarkan hubungan sex orang-orang Indonesia yang dibuat dengan menggunakan Handphone dan Video Kamera. 90% adegan cuplikan film porno dilakukan oleh anak muda SMA dan Mahasiswa. 8%nya berasal dari rekaman prostitusi, para pejabat negara dan pemerintah (DPR dan Pegawai Negeri). 2%nya adalah cuplikan kamera pengintai yang mengambil gambar para wanita-wanita muda yang sedang bugil tanpa sadar di toilet ataupun di kamar hotel.
Perkembangan teknologi kamera ponsel ternyata berefek buruk. 500 lebih cuplikan film porno dibuat para pelakunya atas dasar senang-senang, tidak sengaja dan sebagian dijadikan alat kejahatan (rekaman perkosaan, penistaan, pelecehan).
Hal ini menjadi fenomena gunung es. Jangan-jangan, jumlah cuplikan film porno yang dibuat anak muda Indonesia telah mencapai ribuan klip? Jangan-jangan, anak muda kita tidak sadar bahaya yang mengancam, yang semula hanya iseng dan main-main, berubah menjadi mimpi buruk yang kelak akan menghancurkan masa depan mereka?
Tentunya tidak dengan menggunakan kotbah dan himbauan yang tidak mempan masuk ke telinga anak muda. Jalan alternatif dan ampuh untuk menghentikan atau mengurangi peredaran dan pembuatan film porno amatir buatan anak muda Indonesia, sebagai permulaan adalah dengan cara melakukan janji bersama, sumpah bersama untuk TIDAK BUGIL DI DEPAN KAMERA!
Maka , bila Anda mempunyai anak, teman atau Anda sendiri yang senang bereksperimen dengan kamera (ponsel kamera, webcam maupun kamera genggan/handycam) mari bersama mengucapkan janji:
DEMI MASA DEPAN KITA DAN INDONESIA YANG LEBIH BAIK
KAMI BERJANJI
TIDAK AKAN BUGIL DI DEPAN KAMERA!
(Janji ini telah dimulai sebagai sebuah gerakan pada bulan Januari 2007, di sebuah acara diskusi bersama mahasiswa FISIKOM UPN Jogjakarta. Embrio gerakan ini berusaha menyebarkan pesan untuk tidak terjebak dalam arus pornografi).
Ajak teman, saudara, anak, ayah, ibu dan siapa saja untuk mengucapkan janji di atas. Stop penyebaran dan pembuatan cuplikan film porno Indonesia. Selamatkan Generasi kita. Selamatkan Anak Muda Indonesia

Note : This Posting Cut From www.janganbugildepankamera.org/

Powered by ScribeFire.



1. nano /etc/rc.local
2. ketik
echo "1" > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

ipt=`which iptables`

$ipt -F -t nat
$ipt -X -t nat

$ipt -t nat -A PREROUTING -p tcp --dport 80 -j REDIRECT --to-port 3128
$ipt -t nat -A PREROUTING -p udp --dport 53 -j REDIRECT --to-port 53
$ipt -t nat -A PREROUTING -p tcp --dport 53 -j REDIRECT --to-port 53

$ipt -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE

exit 0
3. reboot
HELLO WORLD 2


HELLO WORLD

Penyesalan akan datang kemudian. Ini pasti. Tidak mungkin dong kita menyesal sebelum berbuat sesuatu. Penyesalan akan datang saat kita menyadari kalau ternyata apa yang kita lakukan tidak menghasilkan apa yang diharapkan. Kita mau lulus ujian tetapi kita ternyata tidak lulus. Muncullah penyesalan atas apa yang telah kita lakukan, yang menjadikan kita tidak lulus. “Seandainya saya waktu itu tidak melakukan hal seperti itu, mungkin ceritanya menjadi lain” demikian kesimpulan yang biasanya dibuat oleh mereka yang sedang menyesali perbuatannya. Namun semua sudah terjadi. Sekarang akhirnya begini. Yang ada tinggal penyesalan. Saya yakin kebanyakan dari kita pernah mengalami perasaan seperti itu.
Saya pernah didatangi seorang mahasiswa yang tidak mengikuti ujian semester sehingga terpaksa tidak saya luluskan. Setelah saya tanya mengapa tidak mengikiuti ujian, dijawab bahwa ia saat itu ketiduran. Wah sederhana sekali alasannya? Walaupun ini alasan yang seharusnya tidak terjadi dan sangat bodoh untuk terjadi, tetapi kasus mahasiswa tidak ikut ujian karena ketiduran bukan pertama kali saya temui. Sudah beberapa kasus sejenis sebelumnya. Setelah saya pelajari mereka yang sampai “ketiduran” di saat seharusnya ada kewajiban yang lebih penting, ternyata yang menjadi penyebabnya adalah mereka terhanyut oleh suatu kebiasaan yang ia sendiri susah sekali untuk menghentikannya. Ada yang karena sambil belajar kemudian tidak tahan membuka internet dan chating sampai pagi. “Maunya sih belajar, tetapi kalau sudah chating kok susah ya dihentikan?” demikian mungkin mereka heran pada diri sendiri. Ada juga yang karena terlibat diskusi yang tidak berhasil mereka hentikan. Besok akan ujian matematika tetapi malamnya terlibat diskusi dengan teman kos tentang politik, yang semakin malam semakin seru sehingga tidak terasa badan menjadi capai dan akhirnya tertidur. Lupa alarm belum disetel. Bangun-bangun sudah jam 8. Padahal ujiannya jam 7. “Uh…masalah sepele, tetapi akibatnya kok jadi begini!” demikian mahasiswa tersebut menyesal.
Karyawan perusahaan klien saya suatu pagi datang dengan wajah kusam. Ia kurang tidur. Katanya semalam sampai pagi. Tidur hanya dua jam. Apa yang ia kerjakan? Ternyata ia suka membuka situs-situs tertentu di internet, yang kalau sudah sekali membuka susah sekali di hentikan. Akhirnya di kantor ia sudah tidak ada tenaga lagi. Padahal hari itu terdapat meeting penting. Ia tidak bisa berkonsentrasi penuh karena kurang tidur. Dalam rapat tersebut ia sempat tertidur. Pimpinan perusahaan marah besar. “Ini rapat yang sangat penting, menyangkut hidup matinya perusahaan kita, tega-teganya Anda tidur!” demikian pimpinan perusahaan tersebut marah besar. Meeting langsung dihentikan. “Saya tersinggung luar biasa, saya tidak mengerti. Tega-teganya dia sampai tidur dalam meeting sepenting ini!” dengan nada kesal pimpinan perusahaan tersebut menumpahkan emosinya pada orang-orang yang ada di sekitarnya. Karyawan tersebut menyesal luar biasa. “Duh…hanya karena situs-situs tersebut saya jadi begini”
Masih banyak contoh penyesalan seseorang yang diakibatkan mereka terhanyut pada suatu aktivitas tertentu yang ia sadari bahwa seharusnya bisa dihentikan untuk mengerjakan pekerjaan lain yang lebih penting. Namun mereka tidak berhasil menghentikannya. Mereka seperti terbawa arus sungai yang deras dan tidak sanggup untuk menyelamatkan diri. Mereka tidak sanggup berkata “TIDAK” pada diri sendiri. Akibatnya adalah penyesalan di kemudian hari.
Saya jadi teringat kata-kata motivasi bahwa “Kalau kita lembut pada diri kita sendiri, dunia akan keras pada kita. Kalau kita keras pada diri sendiri, maka dunia akan lembut kepada kita”. Nah, kegagalan kita untuk “SAY NO” pada diri sendiri membuktikan kebenaran kata-kata motivasi tersebut. Sekarang bagaimana kita bisa berhasil “SAY NO?”
Kebanyakan dari kita mengetahui kebiasaan buruk kita sendiri. Mungkin kita malu menyampaikan kebiasaan buruk tersebut kepada orang lain. Tetapi kalau mengatakan kepada diri sendiri tidak perlu malu kan? Nah, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mencoba jujur kepada diri sendiri untuk mengidentifikasi kebiasaan-kebiasaan buruk yang jelas-jelas merugikan kita. Tidak perlu menyampaikan kepada orang lain. Sampaikan saja kepada diri sendiri. Ini pun bukan suatu hal yang mudah. Butuh keberanian! Kita harus bisa keras pada diri sendiri.
Setelah kita mengidentifikasi kebiasaan buruk yang harus kita hentikan segera, langkah berikutnya adalah “hentikan saja”. Tidak usah mencari-cari alasan. Hentikan saja dulu, alasannya bisa kemudian. Kalau kita memiliki kebiasaan chating yang memakan waktu lama, ya hentikan dulu. Sedang chating langsung hentikan saja. Now! Sekarang juga. Kalau kita punya kebiasaan buruk membuka situs-situs tertentu – maaf situs porno misalnya – yang biasanya menghabiskan waktu berjam-jam bahkan bisa mengalahkan pekerjaan penting lainnya, langsung saja HENTIKAN! Kalau Anda punya kebiasaan merokok sambil melamun yang tidak jelas arahnya kemana, juga HENTIKAN saat ini juga! Tidak mudah dong…tidak semudah itu….ini kan hiburan….kita bukan mesin..kita juga manusia..punya rasa, punya nafsu, punya klangenan (bahasa jawa yang berarti kesukaan yang sudah mencandu)….tidak mudah dong menghentikannya begitu saja. Saya katakan TEGAS SAJA. “STOP NOW!”. Walau sejenak, kita hentikan dulu.
Setelah kita berhasil hentikan, walaupun beberapa saat saja, tegaskan pada diri sendiri sampai berapa lama kita akan sanggup berhenti. Idealnya memang langsung menghentikannya tanpa alasan apapun. Namun me-manage manusia harus dengan cara-cara manusiawi juga. Langkah ke dua tadi adalah langkah untuk membuktikan bahwa kita bisa menghentikannya. Bisa “Say NO” walaupun hanya beberapa saat saja. Tetapi itu prestasi luar biasa. Anda sudah berhasil memerintah diri sendiri. Ini yang lebih penting. Anda berhasil memerintah diri sendiri! Nah di langkah ke tiga ini anda tentukan “Target”, berapa lama kita akan dalam posisi berhenti. Posisi NO. Katakanlah satu jam. Ya sudah, hari ini Anda berhasil berhenti satu jam! Kok gak langsung tegaskan saja BERHENTI forever? Kalau bisa silakan. Tetapi sekali lagi saya tegaskan di sini kita perlu mengatasi masalah-masalah kita secara manusiawi karena kita manusia. Jadi, sebagai langkah awal, katakanlah kita hentikan chating kita dalam satu jam. Apa yang harus kita lakukan dalam satu jam “gencatan senjata” tersebut?
Dalam satu jam “break” tersebut lakukan pekerjaan-pekerjaan yang sangat penting dan tidak bisa ditunda. Dalam satu jam tersebut posisikan diri kita sebagai seorang profesional, yang dalam satu jam harus mengerjakan sesuatu sesuai target. “I’m a professional!” demikian yakinkan kepada diri sendiri. Jadikan satu jam tersebut momen yang membanggakan karena kita berhasil mengerjakan sesuatu yang sangat berarti dalam waktu yang sangat terbatas. Setelah satu jam berlalu dan kita berhasil mengerjakan sesuatu yang membanggakan, apa lagi yang harus kita lakukan? Kembali chating lagi? Kembali ngobrol lagi? Kembali buka situs “itu” lagi? Ha…ini jawaban yang mungkin mengejutkan Anda. Iya, boleh saja!
Boleh kembali melakukan kebiasaan buruk lagi? Yang bener saja! Nah…sudah saya bilang, saya ingin memperlakukan manusia sebagai manusia. Dari pada ber pura-pura mengapa tidak kita kelola saja dengan profesioal. Tadi kita kan dalam satu jam sudah berhasil menjadi seorang profesional, yang dalam waktu tertentu harus mencapai target. Sekarang kita juga bisa profesional dong…dalam waktu tertentu kita bisa kembali melakukan kebiasaan yang sudah kita sadari akan merugikan kita, tetapi waktunya juga dibatasi. Saya hanya akan chating lagi dalam 30 menit ke depan. Ayo kita profesional di sini. 30 menit ya 30 menit. Perintah diri sendiri agar membatasi 30 menit saja. Setelah 30 menit? Ya berhenti. Kan profesional? Kita harus kembali mengerjakan proyek kita berikutnya. Tentunya proyek yang membikin kita bangga pada diri sendiri. Bagi seorang mahasiswa, proyek berikutnya bisa mengerjakan tugas, atau membaca bab-bab buku tertentu yang wajib dibaca, atau bahkan bisa saja menyeletika baju. Bagi seorang karyawan, proyek berikutnya bisa membaca buku bermanfaat, membaca koran hari ini yang belum sempat dibaca, atau menyelesaikan pekerjaan penting yang tertunda.
Cara-cara ini memang nampaknya model main paksa saja, tidak ilmiah. Tidak ada aktivitas “ilmiah” seperti mengidentifikasi aspek positif dan aspek negatif dari kebiasaan kita, kemudian memprediksi akibat yang dapat ditimbulkan, membuat daftar tindakan negatif, membuat daftar tidakan positif, analisa alternatif pemecahan masalah, dan…..aktivitas yang ‘nampaknya’ ilmiah lainnya. Saya katakan disini bahwa saya sedang mengajak Anda unuk berani berkata TIDAK, untuk tidak terhanyut oleh kebiasaan yang tidak menguntungkan! Saya mau result! Hasil! Dengan cara yang sederhana tetapi efektif. Analisa ini dan itu baik sekali kalau Anda lakukan juga. Kalau Anda berhasil merumuskan dengan sistematik permasalahan Anda dan alternatif pemecahannya itu akan lebih baik lagi. Tetapi karena saya ingin Anda berhasil segera, maka yang saya tegaskan disini adalah Anda harus berani berkata “TIDAK” pada diri sendiri. Dare to say NO!

*) Agung Praptapa, adalah seorang dosen, pengelola Program Pascasarjana Manajemen di Universitas Jenderal Soedirman, dan juga Direktur AP Consulting, yang memberikan jasa konsultasi bisnis dan training di bidang personal and organizational development. Alumni UNDIP, dan kemudian melanjutkan studi pascasarjana ke Amerika dan Australia, di University of Central Arkansas dan University of Wollongong. Mengikuti training dan mempresentasikan karyanya di berbagai universitas di dalam negeri maupun di luar negeri termasuk di Ohio State University, Kent State University, Harvard University, dan University of London. Kolumnis di pembelajar.com dan juga penulis buku “The Art of Controlling People”. Website: www.praptapa.coml Email: praptapa@yahoo.com. (sumber:www.pembelajar.com)


Anda menginginkan sesuatu tetapi belum terwujud? Saya yakin banyak dari kita mengalami hal ini. Banyak dari kita menginginkan sesuatu tetapi belum juga didapatkan. Mari kita telusuri mengapa apa yang kita inginkan belum juga kita dapatkan? Tentunya banyak sekali alasan. Tetapi coba kita amati dengan cermat. Ternyata hampir semua yang kita inginkan tersebut belum juga kita dapatkan karena kita hanya “ingin”, tetapi tidak pernah bertindak sama sekali untuk mendapatkan yang kita mau. Think only, talk only, but NO ACTION! Mengapa penyakit NO ACTION ini hinggap dibanyak orang? Mari kita telusuri satu persatu.
Terdapat beberapa alasan mengapa orang memilih “no action”. Alasan pertama adalah karena mereka tidak bisa melihat pentingnya dan kemendesakan dari apa yang kita inginkan tersebut. Tidak ada sense of urgency. Kalau realitanya apa yang kita inginkan tersebut memang tidak penting, tidak apa-apa kalau hal tersebut tidak terlaksana. Toh hanya sesuatu yang tidak penting. It’s still all right. Tetapi masalahnya banyak hal yang sebetulnya penting (urgent) tetapi kita tidak menyadari kalau hal tersebut adalah penting. Pada kondisi ini sudah muncul adanya aspek kerugian (atau mungkin kecerobohan, bahkan kebodohan), karena kita tidak berhasil menempatkan sesuatu yang “urgent” pada posisi “urgent” pula.
Alasan kedua mengapa orang memilih “no action” adalah aspek kemalasan. Disini orang sudah menyadari bahwa apa yang mereka inginkan tersebut sebetulnya adalah penting, tetapi mereka tetap memilih tidak melakukan “action” karena alasan sederhana, yaitu malas. Kemalasan ini sering dimanipulasi dengan alasan “mendahulukan yang lain yang lebih penting”. Padahal yang sebetulnya terjadi adalah kita memilih untuk “menunda” hal yang penting tersebut karena hati kecil kita memang memilih “no action”. Mengapa demikian? Karena malas.
Takut pada kegagalan juga merupakan alasan mengapa orang “no action”. Mereka takut pada rintangan dan tantangan. Mereka berasumsi bahwa dari pada menghadapi kesulitan dan gagal menghadapi rintangan dan tantangan yang ada di depan lebih baik tidak bertindak. Jadi mereka kalah sebelum berperang!
Alasan keempat mengapa orang “no action” adalah karena dalam perhitungannya hal tersebut lebih mulia dari pada melakukan “action”. Hal ini terutama pada saat seseorang akan melakukan hal-hal yang bersifat negatif, seperti mencuri, menyakiti, dan berbuat kejahatan. Di sini manfaat dari “no action” dipandang lebih besar dibanding dengan akibat yang akan muncul apabila kita melakukan “action” pada hal tersebut. Pada kondisi seperti inilah “no action” tepat untuk dilakukan.
Jadi bisa dikatakan bahwa kebanyakan orang tidak segera melakukan “action” karena kurang cerdas, karena malas, dan karena kalah sebelum bertanding. Kalau alasan kurang cerdas tidak bisa kita salahkan karena hal tersebut sudah dari sananya begitu (given), kemudian alasan malas merupakan pilihan yang merupakan hak seseorang untuk mendapatkan kenikmatan dalam bentuk lain, maka kalah sebelum bertanding merupakan alasan yang patut disayangkan dan bahkan harus dilawan. Kalah sebelum bertanding merupakan musuh utama bagi keberhasilan di bidang apa saja. Banyak sekali kegagalan yang ternyata disebabkan karena belum mencoba ataupun berhenti mencoba. Belum mencoba sudah bilang tidak bisa. Sudah mencoba, begitu ada rintangan dan tantangan kemudian berhenti mencoba.
Untuk itulah maka para leluhur yang arif dan bijak di tanah jawa selalu menegaskan untuk “rawe-rawe rantas, malang-malang putung”, yang berarti “lawan semua rintangan dan taklukkan semua halangan”. Petuah tersebut sebenarnya adalah untuk menegaskan kepada kita bahwa rintangan dan halangan merupakan sesuatu yang natural, yang pasti ada, dimanapun, kapanpun. Untuk itu maka kita harus pandai-pandai menempatkan diri pada saat kita melihat dan mengalami adanya rintangan dan halangan. Lawanlah rintangan, taklukkan halangan!
Melawan rintangan dan menaklukkan halangan bukanlah sekedar kata-kata motivasi. Pada kondisi tertentu hal ini wajib dilakukan, yaitu pada saat kita melakukan sesuatu yang luhur yang sangat penting bagi kehidupan kita. Seorang mahasiswa yang berjuang untuk lulus sarjana demi masa depannya dan juga demi kehormatan keluarganya harus menempatkan rawe-rawe rantas malang-malang putung sebagai sesuatu yang wajib. Apalagi kalau mahasiswa tersebut telah berhasil menerjemahkan dengan cerdas arti kesarjanaan bagi hidupnya, bagi keluarganya, masyarakat, dan bangsanya. Kesarjanaan bukanlah urusan pribadi karena menyangkut keluarga, bangsa dan negara. Kesarjanaan berarti menambah SDM cerdas di negeri ini, yang membantu pengentasan kemiskinan, yang membangkitkan optimisme keluarga atas masa depan anak-anaknya. Seorang sarjana akan mampu membangun negeri dengan kepandaian dan ketrampilannya sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang siap bersaing, yang akhirnya bangsa ini akan menjadi bangsa yang bermartabat di mata dunia. Kalau mahasiswa telah berhasil menerjemahkan arti kesarjanaan menjadi hal mulia seperti itu maka rawe-rawe rantas malang-malang putung hukumnya wajib. Gilas semua hambatan dan tantangan, dan jadilah pemenang!
Rawe-rawe rantang malang-malang putung adalah wajib saat kita melawan kebatilan dan kejahatan. Kebatilan dan kejahatan akan terang-terangan memberikan rintangan, halangan, dan bahkan perlawanan kepada kebaikan. Kalau sudah begini, tidak ada pilihan lain. Harus rawe-rawe rantas malang-malang putung. Di sini kita harus menempatkan diri pada point of no return, titik dimana kita tidak boleh mundur ataupun berbalik arah. Apapun alasannya, kita harus ACTION, lawan rintangan, taklukan halangan, menangkan pertempuran!
Pesan penting dari rawe-rawe rantas malang-malang putung adalah kita jangan ragu-ragu untuk melakukan ACTION. Satu action akan memberikan kekuatan pada action lain. The more you make actions, the more you make another actions, and the more you get results. Inilah yang disebut dengan the power of action. Rintangan dan halangan tidak mungkin kita hindari. Akan selalu ada kapan pun dan dimana pun. Maka hadapilah. Do action, rawe-rawe rantas malang-malang putung! Lawan rintangan, taklukan halangan, dan menangkan pertempuran!

* Agung Praptapa, adalah seorang dosen, pengelola Program Pascasarjana Manajemen di Universitas Jenderal Soedirman, dan juga sebagai konsultan dan trainer profesional di bidang personal and organizational development. Alumni UNDIP, dan kemudian melanjutkan studi pascasarjana ke Amerika dan Australia, di University of Central Arkansas dan University of Wollongong. Mengikuti training dan mempresentasikan karyanya di berbagai universitas di dalam negeri maupun di luar negeri termasuk di Ohio State University, Kent State University, Harvard University, dan University of London. Agung Praptapa juga seorang entrepreneur, Direktur AP Consulting. Alumni writer schoolen dan trainer schoolen. Website: www.praptapa.com; Email: praptapa@yahoo.com. (sumber :www.pembelajar.com)
 
Copyright © 2015 My Story Blog
Distributed By Gooyaabi Templates